25.3.09

Ke-GIGIH-an yg patut dicontoh

Berlebihan nggak ya kalo ini dibilang road trip..padahal cuma perjalanan biasa seorang insan yang lagi pusing, sehingga melarikan diri dari pekerjaannya (he..he..he..)

Yupz,, berawal dari keinginan untuk liburan, dengan berat hati ane mengajukan cuti. Alhamdulillah permintaan cuti ane di kabulkan..

Akhirnya pada tanggal yang telah ditentukan (09Feb09) ane terbang dengan Lion dari Pangkalpinang ke Jakarta, lalu merayap dengan primajasa sampe ke Bandung.

Ya Allah kawan, ane sampe di rumah sudah jam 22 lewat. Duh jadi ngebangunin yang udah pada tidur nih. Mungkin udah kebiasaan sih dulu semenjak SMP suka pulang malem. ma'lum SMP ane cukup jauh coz lintas kecamatan.

Besoknya baru bisa santai sambil mempersiapkan perjalanan untuk hari Rabu (11/02). Ah udah ga sabar nih pengen memulai perjalanan. Aneh ya padahal baru aja nyampe dan badan terasa cape tentunya.

Pada hari yang ditentukan, ane dan temen beserta keluarganya berangkat menuju stasiun 'kiara condong'. Saat tiba disana waktu masih menunjukan pukul 19.00 .Cukup lama kami menunggu karena kereta baru akan berangkat pada pukul 20.30.

Sesuai jadwal kami pun naik kereta. Ini adalah pengalaman pertama ane naik kereta. Wuih akhirnya, tapi nggak kaget karena ane bukan orang kagetan. Namun sayang karena berangkatnya malem, ane nggak bisa lihat pemandangan luar kereta. Kata ayahnya temen, perjalanan malam lebih nyaman soalnya nggak akan ada pengamen. Tahu kan kalo pengamen di kereta, kadang ada yang maksa lho..Nah kalo malem, paling-paling yang ada adalah para pedagang asongan yang dengan gigih bolak-balik menjajakan makanan dan minuman (bak setrikaan).

Nah ngomong-ngomong soal ke-GIGIH-an, ane merasa SALUUUUUUUUUUUUUUUUUUT sekali banget buat para pedagan itu. Ane ngaku kalah deh sama perjuangan yang mereka lakukan. Luar biasa tanpa lelah mereka terus menjajakan barangnya. Bayangin sepanjang gerbong dengan suasana sempit dan berdesakan, mereka membawa daganganya tanpa lelah.

"Yang haus, yang haus ....aqua-nya"

"nasi hangat, nasi hangatnya..."

"kopi panas, susu, kopi.."

itulah yang mereka teriakan menghiasi panasnya ruang gerbong yang disahuti dengkuran penumpang yang kelelahan..

Malem itu dengan sedikit memaksakan diri, ane berusaha tidur dan mulai menyulam mimpi.
Post a Comment
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...